Minggu, 02 Oktober 2011

TUGAS PERTEMUAN 2 METODE RISET

 ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS, LEVERAGE, DAN PROFITABILITAS TERHADAP LABA

1Age Estri Budiarti
2Yudilla Virda
Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh likuiditas, leverage dan profitabilitas terhadap laba yang dimiliki oleh PT.Gajah Tunggal Tbk. selama periode 1997-2008.Pengujian hipotesis ini menggunakan analisis regresi linier berganda, Uji F, dan Uji t.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa likuiditas, leverage dan profitabilitas secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap laba sedangkan bila dilihat dari uji t yang memiliki pengaruh dominant terhadap laba yang diperoleh PT.Gajah Tunggal Tbk. selama periode 1997-2008 adalah profitabilitas dengan menggunakan rasio NPM (Net Profit Margin).
Kata Kunci : Laporan Keuangan,Likuiditas, Leverage, dan Profitabilitas

 PENDAHULUAN
Saat ini persaingan dalam dunia usaha semakin ketat.Apabila perusahaan tidak mampu bersaing maka tidak akan bertahan dan akan tersingkir dari dunia usaha yang dijalankannya.Hal ini berkaitan dengan salah satu tujuan yang penting dan harus diusahakan oleh semua jenis perusahaan yaitu mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka waktu yang lama (Going Concern) dan meningkatkan keberhasilan dalam perusahaan.
Keberhasilan perusahaan dapat diukur berdasarkan kemampuan perusahaan yang tercermin dalam kinerja manajemennya dimana salah satu parameter yang digunakan adalah laba.Menurut PSAK No. 25 tahun 2002 menyatakan bahwa laba dapat dilihat pada laporan laba rugi yang merupakan salah satu laporan keuangan utama perusahaan yang melaporkan hasil kegiatan dalam meraih keuntungan untuk periode tertentu.
            Dengan Laporan Keuangan yang dibuat, perusahaan dapat menentukan nilai dari Rasio Likuiditas, Leverage dan Profitabilitas sehingga dapat dinilai pula kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba.Adapun tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui seberapa besar pengaruh likuiditas, leverage dan profitabilitas terhadap laba pada PT.GAJAH TUNGGAL Tbk. selama periode 1997-2008.Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui indikator yang paling dominan berpengaruh terhadap laba PT.GAJAH TUNGGAL Tbk. selama periode 1997-2008.

TINJAUAN PUSTAKA
Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut (Munawir, 2004) dan ringkasan dari suatu proses pencatatan atas transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan yang dibuat oleh manajemen perusahaan dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang telah dibebankan kepadanya oleh pemilik perusahaan (Zaki Baridwan: 2004).
Jadi secara singkat laporan keuangan bukan hanya deretan angka-angka uang kaku tanpa makna melainkan data yang sarat informasi yang bisa dijadikan bahan pertimbangan pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan.Adapun pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan dan memerlukan laporan keuangan sebagai informasi untuk pengambilan keputusan adalah : investor, pemilik, kreditor, pemberi pinjaman, kreditor usaha lainnya, pelanggan, karyawan, pemerintah dan masyarakat.
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur,& Sipil) Vol.3 Oktober 2009 Universitas Gunadarma-Depok, 20-21 Oktober 2009-10-12 ISSN: 18858-2559 Leverage, Gros Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) untuk profitabilitas.Adapun model analisis regresi linier berganda yang dilakukan dalam penelitian ini adalah :

Y=α+b1CR+b2DR+b3GPM+b4NPM
Keterangan :
Y : Laba
α : Konstanta
b1,b2,b3,b4 : Koefisien regresi
CR : Current Ratio
DR : Debt Ratio
GPM : Gross Profit Margin
NPM : Net Profit Margin
Untuk mengetahui hubungan antara variabel indipenden (x) dengan variabel dependen (y) dapat menggunakan Korelasi Ganda.Untuk mencari apakah setiap variabel indipenden berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen dapat dilakukan dengan Uji ANOVA (Uji F).Sedangkan untuk mencari apakah setiap variabel indipenden masing-masing berpengaruh terhadap variabel dependen dapat dilakukan dengan Uji t.

HIPOTESIS
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Ho1 : Current Ratio tidak berpengaruh terhadap laba
Ha1 : Current Ratio berpengaruh terhadap laba
Ho2 : Debt Ratio tidak berpengaruh terhadap laba
Ha2 : Debt Ratio berpengaruh terhadap laba
Ho3 : GPM (Gross Profit Margin) tidak berpengaruh terhadap laba
Ha3 : GPM (Gross Profit Margin) berpengaruh terhadap laba
Ho4 : NPM (Net Profit Margin) tidak berpengaruh terhadap laba
Ha4 : GPM (Gross Profit Margin) berpengaruh terhadap laba
Ho5 :Likuiditas, leverage dan profitabilitas tidak berpengaruh secara bersama-sama terhadap laba
Ha5 : Likuiditas, leverage dan profitabilitas berpengaruh secara bersama-sama terhadap laba


PEMBAHASAN

Uji autokorelasi
Uji ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi,yaitu korelasi yang terjadi antara residual pada suatu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi..Metode pengujian yang digunakan adalah dengan Uji Durbin-Watson (uji DW).Adapun nilai Durbin-Watson terdapat pada tabel dibawah ini :

Tabel 1.
Nilai Durbin Watson



Karena nilai DW terletak terletak antara (4-dU) dan (4-dL), diantara yaitu 2,177 < 2,639 < 3,488, Jika d terletak antara (4-dU) dan (4-dL), yang berarti tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti.

UJI MULTIKOLINIERITAS
Metode pengujian yang bisa digunakan untuk melakukan uji multikolinieritas adalah dengan melihat nilai Varian Inflation Factor (VIF) pada model regresi.Adapun nilai VIF yang diperoleh terdapat pada tabel dibawah ini :
Tabel 2.
Hasil Uji Multikolinieritas


Dari hasil output diatas didapat nilai Varian Inflation Factor (VIF) pada variabel-variabel diatas yaitu sebesar 6,178 ; 5,890 ; 2,477 ; dan 1,593.Karena nilai VIF yang diperoleh kurang dari 10, maka bisa diduga bahwa antarvariabel indipenden tersebut tidak terjadi adanya persoalan multikolinieritas sehingga bisa digunakan dalam penelitian selanjutnya.

UJI HETEROSKEDASTISITAS
Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi linier berganda adalah tidak adanya gejala heteroskedastisitas karena apabila asumsi tidak terjadinya heteroskedastisitas ini tidak terpenuhi, maka penaksir menjadi tidak lagi efisien baik dalam sampel kecil maupun besar.Pendekatan yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas yaitu Rank korelasi dari Spearman.Karena dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai probabilitas hubungan antara variabel bebas dengan residual absolutnya jauh diatas taraf signifikansinya yaitu 0,05; maka dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh tidak terdapat adanya heteroskedastisitas.

HASIL UJI REGRESI LINIER BERGANDA
Y= -324312+(-3561,933)CR+361146,8DR+463265,5GPM+5212921NPM
Konstanta sebesar -324312; artinya jika CR, DR GPM dan NPM nilainya adalah 0, maka laba (Y) nilainya adalah Rp.-324312.Harga koefisien regresi variabel CR -3561,933; artinya jika variabel indipenden lain nilainya tetap dan CR mengalami kenaikan 1%, maka laba akan mengalami penurunan sebesar Rp.-3561,933.Koefisien regresi variabel DR sebesar 361146,8; artinya jika variabel indipenden lain nilainya tetap dan DR mengalami kenaikan 1%, maka laba akan mengalami kenaikan sebesar Rp.361146,8.Koefisien regresi variabel GPM sebesar 463265,5; artinya jika variabel indipenden lain nilainya tetap dan GPM mengalami kenaikan 1%, maka laba akan mengalami kenaikan sebesar Rp.463265,5.Koefisien regresi variabel NPM sebesar 5212921; artinya jika variabel indipenden lain nilainya tetap dan NPM mengalami kenaikan 1%, maka laba akan mengalami kenaikan sebesar Rp. 5212921.
Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,982, yang mendekati 1 sehingga menunjukkan bahwterjadi hubungan yang kuat dan searah antara
variabel current ratio, debt ratio, GPM dan NPM terhadap laba.Sedangkan besarnya koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,965 atau 96,5%.Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel indipenden (CR, DR, GPM dan NPM) terhadap variabel dependen (laba) sebesar 96,5%.

UJI ANOVA
Adapun hasil pengujian uji F dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.
Hasil Uji F

Nilai probabilitas (signifikansi) yang diperoleh dari output SPSS di atas sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05.Selain itu, karena nilai F hitung > F tabel (48,356 < 3,633), maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh secara signifikan antara current ratio, debt ratio, GPM dan NPM secara bersama-sama terhadap laba.

UJI t
Adapun hasil pengujian uji t dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.
Hasil Uji t

Nilai signifikansi yang diperoleh pada output diatas adalah sebesar 0,993 ; 0,777 ; 0,882 ; 0,000.Oleh karena itu, nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 hanya rasio NPM sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, artinya hanya NPM yang berpengaruh terhadap laba yang diperoleh PT.Gajah Tunggal Tbk. selama periode 1997-2008.

PENUTUP
Jika dilihat dari nilai uji t, maka dapat disimpulkan bahwa rasio likuiditas (current ratio) dan rasio leverage (debt ratio) tidak memiliki pengaruh terhadap laba yang diperoleh PT.Gajah Tunggal Tbk. selama periode 1997-2008.Yang memiliki pengaruh terhadap laba hanyalah profitabilitas dengan rasio NPM Sedangkan melalui uji F ke empat variabel tersebut mempunyai pengaruh terhadap Laba. Saran yang didapatkan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa tidak ada pengaruh antara rasio likuiditas dan leverage terhadap laba yang diperoleh PT.Gajah Tunggal Tbk. selama periode 1997-2008.Oleh karena itu, diharapkan manajemen perusahaan agar menggunakan rasio profitabilitas yaitu NPM (Net Profit Margin) sebagai alat ukur dalam memperoleh keuntungan pada PT.Gajah Tunggal Tbk.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Baridwan,Zaki.2004.”Intermediate Accounting”.edisi VIII. BPFE Gadjah Mada, Yogyakarta.
[2] Bernstein, Leopold A.1984.”Analysis of Financial Statemen”t.Richard D.Irwin,Inc.
[3] Djarwanto.1994.Pokok-pokok “Analisa Laporan Keuangan”.edisi I. BPFE Gadjah Mada, Yogyakarta.
[4] Gill, James O. dan Chatton Moira.2005.”Memahami Laporan Keuangan : Memanfaatkan Informasi Keuangan untuk Mengendalikan Bisnis Anda”. PPM, Jakarta.
[5] Harahap, Sofyan Syafri.1998.”Analisis Kritis atas Laporan Keuangan”. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
[6] Horne, James C.Van dan John M. Wachowicz,Jr.1997.”Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan”. Salemba Empat, Jakarta.
[7] Husnan, Suad. 1994. “Manajemen Keuangan, Teori dan Penerapan ( Keputusan Jangka Pendek )”. edisi III. BPFE Gadjah Mada, Yogyakarta.
[8] Ikatan Akuntansi Indonesia.2002.”Standar Akuntansi Keuangan”. Salemba Empat, Jakarta.
[9] Ikatan Akuntansi Indonesia.2004.”Standar Akuntansi Keuangan”. Salemba Empat, Jakarta.
[10] Iqbal, Hasan.2004.”Analisis Data Penelitian dengan Statsitik”. Bumi Aksara, Jakarta.
[11] Mamduh, M.Hanafi, dan Abdul Halim.2000.”Analisis Laporan Keuangan”. AMP YKPN, Yogyakarta.
[12] Miswanto dan Eko Widodo.1998.”Manajemen Keuangan”. Gunadarma. Jakarta.
[13] Munawir.1995.”Analisis Laporan Keuangan”. Liberty Yogyakarta.,Yogyakarta.
[14] Priyatno, Dwi.2008.”Mandiri Belajar SPSS”. MediaKom, Yogyakarta.
[15] Sarwono, Jonathan.2006.”Panduan Cepat dan Mudah SPSS 14”. Andi., Yogyakarta.
[16] Situs Bursa Efek Indonesia : www.idx.co.id.
[17] Sudarmanto,R. Gunawan.2005.”Analisis Regresi Linier Berganda dengan SPSS”. Graha Ilmu, Yogyakarta.
[18] Sudjana.1992.Metoda Statistika.Bandung: Tarsito.
[19] Tampubolon, Manahan P.2005.”Manajemen Keuangan (Finance Management),Konseptual, Problem dan Studi Kasus”. Ghalia Indonesia, Bogor.
[20] Tim Penelitian dan Pengembangan Wahana Komputer.2006.10 “Model Penelitian dan Pengolahannya

dengan SPSS 14”. Andi. Yogyakarta.
[21] Tunggal, Amin Widjaja.1995.”Dasar-dasar Analisis Laporan Keuangan”. Rineka Cipta, Jakarta.
[22] Weston, J. Fred dan Eugene F. Brigham.1994.”Dasar-dasar Manajemen Keuangan”.edisi IX. Erlangga, Jakarta 

Data diambil dari : httprepository.gunadarma.ac.id800024471Ekon-21.pdf

 

Sabtu, 24 September 2011

JURNAL

PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC) PADA PT. CAHAYA SAKTI FURINTRACO

Rifqi Farwan
Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

ABSTRAKSI

     Tujuan Penulisan Ilmiah ini adalah untuk membahas tentang perhitungan Harga Pokok Produksi dengan menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) pada PT. Cahaya Sakti Furintraco dan untuk dapat membandingkan biaya produksi antara metode Konvensional dengan metode Activity Based Costing (ABC) pada PT. Cahaya Sakti Furintraco.
    Adapun yang menjadi objek penelitiannya adalah PT. Cahaya Sakti Furintraco yang berkedudukan Jl. Kaum Sari Bogor, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pembuatan perlengkapan rumah tangga / furniture yang terbuat dari bahan kayu diantaranya adalah lemari, meja, dan kursi.
Hasil dari penulisan ini adalah mengetahui gambaran metode mana yang sebaiknya diterapkan pada PT. Cahaya Sakti Furintraco. Adapun saran yang diberikan bahwa sebaiknya PT. Cahaya Sakti Furintraco meninjau kembali penggunaan metode Konvensional dan mempertimbangkan penggunaan metode Activity Based Costing (ABC) pada perhitungan harga pokok produksi untuk memperoleh hasil yang lebih cermat dan akurat.

PENDAHULUAN


 Pada umumnya perusahaan hidup dalam lingkungan yang berubah cepat, dinamik, dan rumit. Perkembangan lingkungan teknologi dalam sector teknologi transportasi, teknologi informasi, dan teknologi pemanufakturan mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia menghadapi persaingan global. Dalam menghadapi persaingan global, perusahaan harus dapat mempertahankan keunggulan jangka panjang.
Agar perusahaan mampu bersaing, manajemen tidak boleh cepat puas diri. Mereka harus dapat menggunakan strategi untuk mempertahankan atau meningkatkan posisi pasarnya. Perusahaan lebih baik menekankan pada perbaikan berkesinambungan dalam bidang produksi dan penjualannya untuk mencapai keunggulan persaingan global.
Perusahaan bertujuan untuk memperoleh laba yang optimal dan tetap mampu mempertahankan eksitensi usahanya di masa yang akan dating. Oleh karena itu perusahaan dituntut untuk mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki dalam mencapai tujuannya. Laba bagi perusahaan dapat direncanakan salah satunya adalah dengan menetapkan harga pokok produksi.
Perhitungan harga pokok produksi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Namun pada umumnya sistem penetapan harga pokok produksi yang diterapkan oleh perusahaan adalah sistem akuntansi biaya konvensional (sistem biaya tradisional). Sistem ini mengalokasikan biaya-biaya produksi ke setiap produk untuk menghitung harga pokok produksinya.
Untuk sistem konvensional perhitungan harga pokok produksi dari biaya material dan biaya tenaga kerja langsung dapat secara jelas dialokasikan ke setiap produk sesuai dengan produk yang dihasilkan (Supriyono, 1994). Namun untuk perhitungan volume produksi, jika terdapat jumlah unit yang diproduksi lebih banyak dari biasanya akan menimbulkan biaya overhead yang lebih besar pula. Sedangkan pada sistem Activity Based Costing (ABC) pada dasarnya merupakan penentuan harga pokok produk (cost of good manufactured) yang ditujukan untuk menyajikan informasi harga pokok produksi secara cermat, dengan menggunakan dua  tahap yaitu pertama melacak biaya pada berbagai aktivitas, dan kemudian ke berbagai produk dan yang kedua meliputi pelacakan biaya ke berbagai produk (Hansen dan Mowen, 1994). Sebagai hasilnya, metode ini meningkatkan ketelitian untuk kepentingan manajemen. Dengan mengukur secara cermat konsunmsi sumber daya di dalam setiap aktivitas yang digunakan menghasilkan suatu produk.

KERANGKA TEORI
Perhitungan harga pokok produksi dengan perhitungan metode Activity Based Costing (ABC) menggunakan alat analisis :
 Kalkulasi Biaya Produksi dengan Metode Activity Based Costing (ABC) Tujuan Activity Based Costing (ABC) adalah untuk mengalokasikan biaya ke transaksi dari aktifitas yang dilaksanakan dalam suatu organisasi dan kemudian mengalokasikan biaya tersebut secara tepat ke produk sesuai dengan pemakaian aktifitas setiap produk. Menurut Mulyadi (1993,53), Akuntansi Manajemen, menuliskan bahwa Activity Based Costing (ABC) pada dasarnya merupakan metode penentuan harga pokok produksi (product costing) yang ditujukan untuk menyajikan informasi harga pokok produksi secara cermat konsumsi sumber daya dalam setiap aktifitas yang digunakan untuk menghasilkan produk.
Full Costing dan Variabel Costing (konvensional) menitik beratkan penentuan harga pokok pada fase produksi saja, sedangkan untuk Activity Based Costing (ABC) menitik beratkan penentuan harga pokok produk pada semua fase pembuatan produk

Metode Penelitian
Penelitian Objek penelitian ini adalah  PT. Cahaya Sakti Furintraco yang berkedudukan Jl. Kaum Sari Bogor, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pembuatan perlengkapan rumah tangga / furniture yang terbuat dari bahan kayu diantaranya adalah lemari, meja, dan kursi.
Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa data yang diperoleh langsung dari objek yang diteliti dan data sekunder berupa data yang diperoleh melaui membaca dan mempelajari buku-buku dan referensi lain mengenai penelitian dengan cara melakukan riset perpustakaan.

Referensi :
http://library.gunadarma.ac.id/repository/view/13244/perhitungan-harga-pokok-produksidengan-menggunakan-metodeactivity-based-costing-abc-padapt-cahaya-sakti-furintraco.html
















ANALISA PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PT.HERLINA
INDAH TAHUN 2007 .
Rifka Indriani
Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

ABSTRAK
          Tujuan utama dari perusahaan produksi adalah untuk mencari laba yang optimal. Sehingga perusahaan perlu mengetahui harga pokok produksi secara tepat. Manajer juga perlu melakukan analisis terhadap perilaku biaya sebagai dasar perencanaan harga.
      Metode pengumpulan data yang digunakan penulis adalah penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan yaitu sumber data diperoleh dari berbagai buku dan literature yang berhubungan dengan perilaku biaya dan harga pokok produksi, sedangkan metode penelitian lapangan adalah mengumpulkan data yang diperlukan dengan wawancara dan observasi pada pihak yang terkait.
      Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full costing lebih baik dalam hal menentukan harga pokok produksi daripada perhitungan harga pokok produksi dengan metode variabel costing. Maka sebaiknya PT. Herlina Indah sebaiknya menggunakan metode full costing , sebagai dasar perencanaan harga pokok produksi.

PENDAHULUAN

         Dalam menjalankan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi tujuan utama dari perusahaan tersebut adalah mencari laba. Agar perusahaan dapat berkembang dan mempertahankan kelangsungan hidupnya, maka perusahaan berusaha untuk mendapatkan laba yang optimal dari setiap unit usaha yang dikerjakannya. Besar kecilnya laba yang dihasilkan merupakan ukuran kesuksesan perusahaan dalam mengelola sumber daya alam yang ada di perusahaan.
            Untuk memenuhi laba yang diharapkan oleh perusahaan tentunya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dan laba diantaranya adalah: biaya produksi, jumlah atau kuantitas penjualan dan harga jual produk. Dari faktor tersebut, yang sangat penting dalam hal ini adalah biaya produksi. Pengeluaran biaya yang sangat besar tentunya diharapkan akan menghasilkan pendapatan yang besar pula sehingga laba yang dihasilkan akan meningkat, tetapi hal ini tidak lepas dari kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
         Pengendalian atas biaya produksi adalah pengendalian biaya yang terdiri dari bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik yang dihitung dengan cara membandingkan biaya yang telah diterapkan dengan biaya yang sebenarnya.
Masalah yang tak terlepas dari hal tersebut adalah masalah perhitungan harga pokok yang dijalankan oleh perusahaan. Penentuan harga pokok berpengaruh pada harga jual perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu mengetahui harga pokok produksi secara tepat. Dengan demikian biaya-biaya yang tidak pada tempatnya dapat dengan mudah dihindarkan dan dikontrol. Sehingga perusahaan dapat bekerja secara efisien dan efektif untuk dapat bersaing dengan perusahaan lainnya yang memproduksi barang sejenis.

KERANGKA TEORI

Perhitungan harga pokok produksi dengan perhitungan Penentuan Harga pokok produksi dengan menggunakan alat analisis :
 Full Costing.
Metode penentuan harga pokok produksi yang membebankan seluruh biaya produksi sebagai harga pokok produksi, baik yang bersifat variable maupunbersifat tetap atau dapat didefinisikan. Full costing adalah metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik baik yang bersifat variable maupun tetap.



Tabel 1
Penentuan Harga Pokok Produksi
Dengan Menggunakan Pendekatan Metode Full Costing

Biaya Bahan Baku                                                      xxx
Biaya Tenaga Kerja Langsung                                    xxx
Biaya Overhead Pabrik Variabel                                xxx
Biaya Overhead Pabrik Tetap                                     xxx +
Harga Pokok Produksi                                                            xxx
Biaya Administrasi dan Umum                                  xxx
Biaya Pemasaran                                                         xxx +
Biaya Komersil                                                           xxx +
Total Harga Jual Produk                                             xxx



Variabel Costing.
Adalah suatu konsep penentuan harga pokok yang hanya memasukan biaya
produksi variable sebagai elemen hanya pokok produk: Biaya produksi yang
langsung dibebankan kepada laba atau rugi periode terjadinya dan tidak
diperlakukan sebagai biaya produksi.



Tabe12
Penentuan Harga Pokok Produksi
Dengan Pendekatan Metode Variabel Costing

Biaya Bahan Baku                                                      xxx
Biaya Tenaga Kerja Langsung                                    xxx
Biaya Overhead Variabel                                            xxx +
Harga Pokok Produksi Variabel                                             xxx
Biaya Administrasi dan Umum Variabel                    xxx
Biaya Pemasaran Variabel                                          xxx +
Biaya Komersil                                                                       xxx +
Total Biaya Variabel                                                               xxx
Biaya Overhead Pabrik Tetap                                     xxx
Biaya Pemasaran Tetap                                               xxx
Biaya Administrasi dan Umum Tetap                                    xxx +
Total Biaya Tetap                                                                    xxx +
Harga Jual Produk                                                                  xxx


METODE PENELITIAN
 

Objek penelitian ini adalah PT. Herlina Indah yang beralamat di Kawasan Industri Pulo Gadung Blok DD Unit 16 Jl. Rawa Sumur II Cakung, Jakarta Timur
Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa data yang diperoleh langsung dari objek yang diteliti dan data sekunder berupa data yang diperoleh melaui membaca dan mempelajari buku-buku dan referensi lain mengenai penelitian dengan cara melakukan riset perpustakaan.


Referensi :

http://library.gunadarma.ac.id/repository/view/18260/analisa-perhitungan-harga-pokok-produksi-pada-pt-herlina-indah-tahun-2007.html



















ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING PADA PT. NALCO INDONESIA

ESTER MAGDALENA
Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

Abstrak


            Harga Pokok Produksi merupakan salah satu unsur penting di dalam perusahaan manufaktur yang dapat membantu dalam masalah penentuan harga jual produk. PT. Nalco Indonesia melakukan perhitungan harga pokok produksi menggunakan Metode Konvensional untuk menentukan harga jual produknya.
Setelah melakukan analisis perhitungan Harga Pokok Produksi dengan menggunakan metode Activity Based Costing penulis dapat menarik kesimpulan bahwa dengan menggunakan metode Activity Based Costing, Harga pokok produk untuk produk CHE mengalami over cost, produk FNB mengalami under cost, produk INS mengalami under cost, produk MFG mengalami over cost, produk PRM mengalami under cost, produk PWR mengalami under cost dan produk PR mengalami under cost. Hal ini disebabkan adanya konsumsi aktivitas yang berbeda. Pada metode konvensional hanya menganggap satu jenis aktivitas pada BOP, sedangkan metode Activity Based Costing mengganggap lebih dari satu jenis aktivitas. Sehingga metode Activity Based Costing lebih akurat di dalam menghitung harga pokok produksi.
Dengan adanya metode Activity Based Costing, biaya produksi dapat dihitung secara akurat dengan membebankan aktivitas yang menjadi sumber biaya ke biaya overhead pabrik. Metode Activity Based Costing akan sangat berguna untuk menganalisa aktivitas mana yang tidak memberikan nilai tambah pada produk tertentu sehingga perusahaan akan dapat menghemat biaya serta meningkatkan kualitas produksi.

PENDAHULUAN

Perkembangan dunia bisnis dan semakin derasnya arus teknologi dan informasi, menuntut setiap perusahaan untuk lebih dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan tersebut dalam persaingan global. Salah satu strategi yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat bersaing dalam bisnis global ini adalah dengan memperhatikan harga pokok produksi dalam penentuan harga jual yang tepat.  
Perusahaan manufaktur adalah salah satu yang harus bersaing dalam persaingan global yang semakin lama semakin pesat perkembangannya guna mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Perusahaan pabrik (manufacturing firm) adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang jadi kemudian menjual barang jadi.
Harga Pokok Produksi adalah pengorbanan sumber ekonomi untuk pengolahan bahan baku menjadi produk. Harga Pokok Produksi mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan harga jual produk. Unsur-unsur Harga Pokok Produksi yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead. Perbedaan pokok diantara metode konvensional dan metode Activity Based Costing terletak pada perlakuan terhadap biaya overhead. Penentuan harga pokok produksi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tingginya harga jual produk. Harga jual produk yang tinggi menyebabkan perusahaan kalah dalam persaingan karena perusahaan dapat menjual produk dengan jenis dan kualitas yang sama, tetapi harga lebih tinggi. Hal ini menyebabkan perusahaan kurang mendapat pelanggan yang berakibat tingkat penjualan rendah. Penentuan harga pokok produksi yang terlalu rendah dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan karena tidak tertutupnya seluruh biaya-biaya oleh harga pokok produksi Perusahaan dituntut harus bisa menetapkan biaya produksi yang lebih tepat agar dapat menghasilkan harga pokok produksi yang lebih akurat.
Ada dua macam metode yang dapat digunakan untuk perhitungan harga pokok produksi, yaitu : metode Konvensional dan metode Activity Based Costing (ABC). Metode Konvensional hanya memberikan laporan manajemen dengan menunjukkan dimana biaya dikeluarkan dan tidak ada indikasi apa-apa yang menimbulkan biaya. Activity Based Costing membantu perusahaan mengurangi distorsi yang disebabkan oleh sistem penentuan harga pokok konvensional, sehingga dengan Activity Based Costing dapat diperoleh biaya produk yang lebih akurat. Activity Based Costing menyediakan pandangan yang jelas mengenai bagaimana perusahaan membedakan produk, jasa dan aktivitas yang memberikan kontribusi dalam jangka panjang. Metode Activity Based Costing merupakan salah satu alternatif metode yang digunakan untuk menghitung harga pokok produksi yang lebih efektif apabila diterapkan pada perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk bervariasi. Metode Activity Based Costing dinilai dapat mengukur secara cermat biaya-biaya yang keluar dari setiap aktivitas. Hal ini disebabkan karena Activity Based Costing mengakui bahwa banyak biaya-biaya lain pada kenyataannya dapat ditelusuri tidak ke unit output, melainkan ke aktivitas yang diperlukan untuk memproduksi output (Carter, 2009)

KERANGKA TEORI

Analsis perhitungan harga pokok produksi dapat dilakukan dengan menggunakan metode konvensional dan activity based costing. Harga Pokok Produksi adalah pengorbanan sumber ekonomi untuk pengolahan bahan baku menjadi produk. Harga Pokok Produksi mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan harga jual produk.
Biaya Konvensional adalah suatu sistem biaya yang mengukur keluaran overhead pabrik berdasarkan unit (Supriyono,1992)
Biaya konvensional adalah metode perhitungan harga pokok produksi yang menekankan biaya didasarkan atas jumlah unit yang diproduksi.
 Activity Based Costing merupakan metode yang menerapkan konsep-konsep akuntansi aktivitas untuk menghasilkan perhitungan harga pokok produk yang lebih akurat. Namun dari perspektif manajerial, sistem Activity Based Costing menawarkan lebih dari sekedar informasi biaya produk yang akurat akan tetapi juga menyediakan informasi tentang biaya dan kinerja dari aktivitas dan sumber daya serta dapat menelusuri biaya-biaya secara akurat ke objek biaya selain produk, misalnya pelanggan dan saluran distribusi.




Full Costing dan Variabel Costing (konvensional) menitik beratkan penentuan harga pokok pada fase produksi saja, sedangkan untuk Activity Based Costing (ABC) menitik beratkan penentuan harga pokok produk pada semua fase pembuatan produk


METODE PENELITIAN


Objek penelitian pada penulisan ilmiah ini adalah PT. Nalco Indonesia yang berlokasi di Jalan Pahlawan, Desa Karangasem Timur, Citeureup, Bogor, Jawa Barat - Indonesia.
 Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa data yang diperoleh langsung dari objek yang diteliti dan data sekunder berupa data yang diperoleh melaui membaca dan mempelajari buku-buku dan referensi lain mengenai penelitian dengan cara melakukan riset perpustakaan.

Referensi:
http://library.gunadarma.ac.id/repository/view/15990/analisis-perhitungan-harga-pokok-produksi-menggunakan-metode-activity-based-costing-pada-pt-nalco-indonesia.html















Selasa, 19 April 2011

ORDER LATTER

April 20, 2011

Lindsay Office Products
P.O. Box 1879
Spokane, Washington 98989

Subject: Furniture and equipment order

Please ship the following items from your sales catalog
dated January 31, 19XX:

ITEM CATALOG # COLOR QTY PRICE

Conference Desk HN-33080-WB Sandalwood 2 $478.60 ea.
Credenza HN-36887-WK Sandalwood 2 431.40 ea.
Executive Chair HP-56563-SE Toasted Tan 4 422.00 ea.
File Cabinet HN-5344C-K Beige 2 135.90 ea.
Letter Tray K5-299907-A Black 6 16.95 ea.

The items ordered above should be shipped C.O.D. to this address:

CLAIMS DIVISION, LAW DEPARTMENT
City of Austin
P.O. Box 96
Austin, Texas 78767-0096

The costs above reflect a discount of 50/10, with net due in 30
days after the invoice date. The merchandised is to be shipped
by your company's own truck line at a rate of 7 percent of the
total net cost.

We are remodeling our offices and have a target completion date
of Mei 30, 2011. If there is any reason you see that you can
keep your part of this schedule, please let me know
immediately.

Sincerely,



Soegiharto Sugiono
Supervisor, Clerical Services

INTERNATIONAL Co.
32 Longlive Street
Japan 31212



Purchase Order No. 204 E


To: PT. Aman Sejahtera Electronics
Jln. Raya Merdeka No. 25
Surabaya 12345 Date: 22 October, 2009


Quantity Please Supply Item Catalogue NO: Price per unit
Rp Total
Rp
100
50
50
50 Sharp Washing Machines
Sanyo Washing Machines
Denpoo Vacuum Cleaner
Sharp Vacuum Cleaner A 1135
B 750
C 150
D 135 5.000.000
3.000.000
1.500.000
2.700.000 500.000.000
150.000.000
75.000.000
135.000.000
Total 720.000.000
Delivery date required Terms for. International Co.
Office Purchase
5 November, 2009 14 days
From receipt Edward





















INTERNATIONAL Co.
32 Longlive Street
Japan 31212


22 October, 2009


Mr. Green White
Manager
PT. Aman Sejahtera Electronics
Jln. Raya Merdeka, No. 25
Surabaya 12345


Dear Mr. Green,

Subject: Purchase Order No. 204 E

We
have received your letter of 15 October,and thanks for enclosing
catalogue, price-list, terms of payment and terms of delivery.

We
have studied your catalogue and we also will attentive about quality
all products washing machine and vacuum cleaner from your company.


We
enclose our official purchase order and shall payment for all products
by bankers transfer on receipt of pro-forma invoice and request
delivery within 2 weeks after order letter arrive.





Yours Sincerely,



Edward
Purchase Manager


Referensi ;- http://www.io.com/~hcexres/textbook/orderlet.html , http://kimiramaki.blogspot.com/2009/11/order-letter.html

Selasa, 22 Maret 2011

LETTER OF COMPLAINT

Samantha Harbinson
1220 Water Way Dr.
Indianapolis, IN, 71233
714-336-1484


22/03/2011



Samudra Hotel
234 South Company Street
Jakarta, IL 16969



To whom it may concern:


My name is Samantha Harbinson and I frequently travel throughout the year as I am a sales representative for the company I work for. While traveling, I usually always seek to stay at the samudra hotel. I do so because in the past, your employees exemplify outstanding customer service. However, that last time I stayed at the samudra hotel, I was highly disappointed and unsure if I will ever stay at another samudra hotel again.

During my stay in bogor, indonesia Hotel room 123. From check-in to check-out I experienced numerous problems that I just cannot let go untold. When I first walked up to the desk to check-in the woman behind the desk was on the phone. I waited patiently for over 20 minutes for her to even acknowledge I was even there. When she did get off the phone, I overheard her say to the person on the other line "Honey, I gotta go. This old lady is giving me dirty looks!" I assure you I did not give her dirty looks, I was just looking at her to see if she was going to give me some kind of instructions like 'just a minute, I'll be right with you'. Forty minutes later I finally inserted my key card into the lock of my room door. I was immediately knocked back from the sight and smell of the room. Obviously she put me in a room that had not yet been cleaned but this room was not just dirty, it was horrendous! It took another 30 minutes for her to change me over to a different room. Mind you that there were not any other customers that she attended to during this time and it was after 4:00 pm.

I let all this go and set about preparing for bed as I had a very early breakfast meeting the following morning. However, little did I know that my problems had just begun? Several rooms on my floor were extremely loud through-out the entire night. When I tried to complain to the Front Desk the next morning, I was told that there was nothing that they could do about it. This nightly noise continued for 3 of the 5 days of my stay. While this in itself is intolerable, every day of my stay I had to go to the front desk and inquire why my room had not been cleaned during the day while I was out. Each day they told me that they were going to get to me soon.

This is by no means is an exhaustive list of the poor customer service I during this stay. This stay at samudra hotel was costly and it is unacceptable to be treated in this manner. I hope that this is a one-time experience that I will never have to endure again. However, I feel compelled to make my complaint known if for no other reason than I do not wish to see anyone else go through an experience such as this. Please respond with how you have handled this issue and how I can be sure this will never happen to me again.


Sincerely,
Samantha Harbinson

Referensi http://www.abusinessresource.com/Additional_Resources/Business_Letters_and_Forms/Complaint_Letter/Complaint-Letter-Poor-Service.html

LETTER OF COMPLAINT

65 Market Street
Val Haven, CT 95135

June 30, 2004

Customer Service
Cool Sports, LLC
8423 Green Terrace Road
Asterville, WA 65435

Dear Sir or Madam:

I have recently ordered a new pair of soccer cleats (item #6542951) from your website on June 21. I received the order on June 26. Unfortunately, when I opened it I saw that the cleats were used. The cleats had dirt all over it and there was a small tear in front of the part where the left toe would go. My order number is AF26168156.

To resolve the problem, I would like you to credit my account for the amount charged for my cleats, I have already went out and bought a new pair of cleats at my local sporting goods store so sending another would result in me having two pairs of the same cleats.

Than you for taking the time to read this letter. I have been a satisfied customer of your company for many years and this is the first time I have encountered a problem. If you need to contact me, you can reach me at (555) 555-5555.

Sincerely,


Ken Thomas


Referensi http://www.letterwritingguide.com/samplecomplaint.htm